The Meaning and Value of Kia Lahi Traditional Rituals in the Tidore Community

Abd. Chaidir Marasabessy(1),


(1) Universitas Pamulang, Indonesia

Abstract

The Kia Lahi ritual tradition is not merely a union of two individuals; it embodies the cultural, spiritual, and social values passed down from ancestors. This study describes the process of the Kia Lahi ritual and analyzes the meanings and values inherent within it. A phenomenological approach is employed, utilizing interviews as a data collection technique, supplemented by a review of relevant literature. Data analysis involves classifying information according to established formulas. The data is processed by referencing various sources, interpreting findings, and drawing conclusions to comprehend the meanings and values within the Kia Lahi ritual. The Kia Lahi ritual of the Tidore people consists of 17 stages. This ritual signifies kinship, respect, purity, reverence, and devotion to one's faith. Additionally, it conveys the concept of "borero gosimo" (ancestral messages), emphasizing the enforcement of "adat se-atorang" (customs and regulations) that adhere to the principle of "adat bersendi pada syariat Islam, and syariat Islam bersendi Al-Qur'an" (customs grounded in Islamic law, and Islamic law grounded in the Qur'an). The Kia Lahi ritual is not merely a ceremonial practice repeated since ancient times; it plays a significant role in shaping social values and serves as a medium for religious outreach.

Keywords

kia lahi; meaning; Tidore; value

Full Text:

PDF

References

Arcanita, R., Putrajaya, G., Warsah, I., & Istan, M. (2023). Kiat Penelitian Dengan Model Pendekatan Telaah Kepustakaan. Tik Ilmeu: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 7(1), 117-126.

Azwar, W., Mayasari, D., Winata, A., & Garba, M. M. (2024). Exploration of the Merariq Tradition in Sasak Lombok, Indonesia: Analysis in Islamic Law and Socio-Cultural Dynamics Perspectives. IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 22(1), 23-38.

Beddu, M. J., Ruhmah, A. A., Aziz, T., & Saputra, D. (2023). Pernikahan Islami di Era Modern: Antara Tradisi dan Adaptasi. Addayyan, 18(2), 1-7.

Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka Dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Daud, I. (2016). Perkawinan Usia Muda di Kelurahan Soasio Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara. Jurnal Holistik, IX (17), 1-20.

Dzofir, M. (2017). Agama Dan Tradisi Lokal (Studi Atas Pemaknaan Tradisi Rebo Wekasandi Desa Jepang, Mejobo, Kudus). IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching, 1(1).

Faris, S. (2016). Islam Dan Budaya Lokal (Studi Atas Tradisi Keislaman Masyarakat Jawa). Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 15(1), 74-90.

Farodisa, A. H., Hafsah, H., Saddam, S., Garba, M. M., & Winata, A. (2024). Actualization of Pancasila Values in the Topat War Tradition Based on Local Wisdom. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(4), 604-614.

Firliyana, N., Afria, R., & Fardinal, F. (2023). Nilai-Nilai Kultural dalam Pakaian Adat Perempuan Pada Masyarakat Melayu di Kawasan Seberang Kota Jambi Kajian Etnolinguistik. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(2), 427-436.

Ginoni, H., Hanafi, F., & Rahman, N. A. (2021). Positive transformation of islamic law in local wisdom in the sultan of Tidore. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, 19(2), 149-164.

Halifah, N. (2022). Nilai dalam Ritual Adat Kayori Pompaura Sindue (Pembelajaran Nilai Sosial). Jurnal Kreatif Online, 10(1), 36-49.

Harpinsyah, H., Jaya, M., & Safiq, M. (2024). Cinta dan Tradisi: Akulturasi Budaya Dalam Pernikahan Antara Masyarakat Pendatang dan Lokal di Dusun Limbur Baru. Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah, 6(2), 321-332.

Hawa, S., Kurnita, T., & Lindawati, L. (2018). Perubahan Bentuk Pada Busana Tradisional Adat Perkawinan Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik, 3(2).

Hendro, P. E. (2020). Simbol: Arti, Fungsi, dan Implokasi Meodologisnya. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2),158-165.

Herimanto., & Winarno. (2014). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Bumi Aksara.

Irade, A. S. L., Adam, A., & Taufan, M. (2024). Hakikat Tujuan Pernikahan dalam Pandangan Hukum Islam. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.0, 3(1), 194-197.

Kusumastuti, B., & Qomaruddin, M. B. (2023). Budaya Masyarakat Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Dini. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 11(1), 57-69.

Marasabessy, A. C., Siagian, A., & Halil, M. A. A. (2023). The Kabata Dutu (Local Wisdom) As a Means of Social Criticism of the People of Tidore. Deviance Jurnal Kriminologi, 7(2), 202-217.

Marasabessy, A. C., Utaminingsih, S., & Pujilestari, Y. (2024). Adat Se-Atorang (Local Wisdom) of the Ternate People as a Model of Anti-Corruption Education. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(3), 50-63.

Mirawati., Bakri, W., & Wahidin, A. (2022). Budaya Massorong dalam Perspektif Sosiologi Agama. SOSIOLOGIA: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 1(1), 1-17.

Misbahuddin, M. (2018). Pakaian sebagai penanda: Kontruksi identitas budaya dan gaya hidup masyarakat Jawa (2000-2016). El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 6(2), 113-133.

Murtopo, B. A. (2017). Etika berpakaian dalam islam: tinjauan busana wanita sesuai ketentuan islam. Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 1(2), 243-251.

Nasir, A., Nurjana, N., Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4445-4451.

Nurhasnah. (2024). Hukum Pernikahan Dalam Islam: Analisis Perbandingan Konteks Menurut 4 Mazhab. PJPI: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1-15.

Nomay, U. (2019). Tuhan, Manusia dan Alam dalam Borero Gosimo Amanat Datuk Moyang Tidore. Jurnal Al-Qalam, 25(1), 15-32.

Rahmatullah. (2016). Reaktualisasi Kearifan Lokal dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Maluku Utara. Universitas Muslim Indonesia.

Ramadhan, R., Bunari, B., & Fikri, A. (2021). Eksistensi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Festival Pacu Sampan Leper di Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7718-7725.

Ramadhani, N.B., Fawzi, R., & Mujahid, I. (2020). Tinjauan Hukum Islam terhadap Adat Hogo Jako dalam Perkawinan di Tidore. Prosiding Hukum Keluarga Islam, 13.

Rusdiyanto. (2018). Kesultanan Ternate dan Tidore. JURNAL AQLAM: Journal of Islam and Plurality, 3(1), 45-53.

Saputra, R. (2023). Tujuan dan Hikmah Nikah Menurut Perspektif Al-Quran. JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi, dan Humaniora,9(1), 42-49.

Santoso. (2016). Hakekat Perkawinan Menurut Undang-Undang Perkawinan, Hukum Islam Dan Hukum Adat, YUDISIA:Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosial Keagamaan 7(2), 412-434.

Susandi, A., & Muhammad, D. H. (2022). Etika Berbusana Muslimah Dalam Perspektif Agama Islam Dan Budaya. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(1), 243-251.

Tumangkeng, S. Y. L., & Maramis, J. B. (2022). Kajian pendekatan fenomenologi: Literature review. Jurnal Pembangunan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 23(1), 14-32.

Wafa, A. M. (2019). Hukum Perkawinan Di Indonesia: Sebuah Kajian Dalam Hukum Islam dan Hukum Materil. YASMI

Wahid, S., Boriri, A., & Djais, I. (2021). Analisis Makna Nonverbal Upacara Adat Hogo Jako Di Kelurhan Soadara Kota Tidore Kepulauan. KOHERENSI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 76-86.

Widiatmaka, P. (2022). Strategi menjaga eksistensi kearifan lokal sebagai identitas nasional di era disrupsi. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 2(2), 136-148.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.